Berada di sebelah timur areal bekas balai desa Bunter terdapat makam yang dikenal sebagai makam tokoh yang bernama Mbah Wali Pusaka Bunter dan istrinya. Orientasi makam utara-selatan dengan dengan bentuk susah teridentifikasi karena tertimpa pohon tumbang.
Dalam Catatan
Suhandi, Mbah Wali Pusaka Bunter atau Kyai Ageung Panembahan bernama asli
Djarkon. Ia adalah seorang tokoh yang dikenal sakti, dalam catatan Suhandi
diceritakan salah satu bukti kesaktiannya adalah kemampuannya menyelamatkan
seorang ponggawa kabupaten yang terhimpit batu besar pada saat sedang marak (mengambil ikan bersama sama) di
sungai Cirende.