Galuh Virtual
The Window of Galuh Heritage
Situs Makam Cariu Girang, Sukadana
Situs Makam Cariu Girang, Sukadana

Situs Makam Cariu Girang terletak di Dusun Cariu RT 018 RW 009 Desa Sukadana Kecamatan Sukadana Kabupaten Ciamis tepatnya sekitar 100 meter kearah utara dari Jalan Kudapawana. Situs ini ada di bagian dalam Tempat Pemakaman Umum (TPU) tersebut yang dikelilingi oleh pohon waregu dan pohon-pohon jenis kayu yang ukurannya sudah sangat besar. Ada dua buah makam yang berukuran sekitar 4 m Ke 2 m, orientasi utara-selatan dan kondisinya masih terjada. Banyak jenis batuan yang diduga bekas media peribadatan di jaman klasik dulu. Namun setelah Islam masuk batu-batu itu dijadikan makam.

Eyang Candradirana dan Eyang Panji Anom Candraksumah, itulah nama dua makam di situs ini, yang berdasarkan cerita masyarakat sekitar dan kuncen situs ini, menyebut kalah Eyang Candradirana adalah seorang Kepala Desa/Kuwu/sejenisnya di masa itu.

Candradirana berasal dari Sumedanglarang, ia memiliki dua orang istri, yang pertama bernama Layang Kuning yang berasal dari Kawali dan Layung Kancana yang berasal dari Cirebon. Layang Kuning menetap di Kawali, sedangkan Layung Kancana mengikuti Candradirana hingga ke Cariu. Eyang Candradirana mulai membangun sebuah desa yang diberi nama Desa Cariu yang pada saat itu wilayahnya meliputi dusun Cariu (Desa Sukadana, dusun Sukarasa sekarang (desa Salakaria), Cikancah (Bunter) dan blok Pasir Pantun hingga ke Ciparay yang sekarang termasuk ke desa Ciparigi. Karena Candradirana sering bepergian ke beberapa daerah termasuk ke istri pertamanya di Kawali, maka pemerintahan di Desa Cariu dipegang oleh istri keduanya Layung Kancana. Pada masa kepemimpinan Candradirana, wilayah Cariu berada di bawah Rajadesa, dan Candradirana menjadi koordinator beberapa kepala desa yang lain baik untuk melakukan komunikasi maupun untuk seba (membayar upeti) ke Rajadesa

Setelah Candradirana meninggal, jabatan kepala desa digantikan oleh anaknya yaitu Panji Anom Candrakusumah. Setelah Panji Anom meninggal, pusat Desa Cariu kemudian pindah ke Cigaruguy, dan Cariu statusnya menjadi kampung di bawah pemerintahan Desa Cigaruguy (Desa Sukadana sekarang) yang dipimpin oleh Rurah Minta, sedangkan Pasir Pantun masuk ke dusun Salegok desa Parigi dan Cikancah menjadi Desa Cikancah. Setelah menjadi sebuah kampung, Rurah Minta kemudian menata makam Girang tempat Eyang Candradirana dimakamkan dengan menandainya dengan batu.

Di situs ini sering diadakan acara Mupunjung tiap bulan Ruwah dan Merlawu di tiap bulan Maulud oleh warga sekitar, walaupun acaranya tidak besar tapi warga selalu rutin mengadakannya. Karena acara tersebut sudah menjadi warisan turun temurun sejak dulu.

Video Situs Budaya Situs Makam Cariu Girang

Galeri Gambar