Situs Astana Gede Kawali terletak di Dusun Indrayasa Desa Kawali Kecamatan Kawali dengan titik koordinat 7,1899S 108,3629E. Disebut juga Situs Kawali, dikenal sebagai komplek peninggalan sejarah dan budaya masa lampau yaitu pada masa Kerajaan Galuh sekitar abad ke-14 M dan sebagai tempat suci pada masa pemerintahan Kerajaan Sunda Galuh di Kawali. Pada zaman dahulu Astana Gede bernama Kabuyutan Sanghiyang Lingga Hiyang. Astana Gede berasal dari kata Astana “makam”, dan Gede “besar”, di tempat tersebut terdapat punden berundak[1], tetapi keadaan sekarang puncak punden berundak dijadikan Makam Adipati Singacala. Beliau merupakan Raja Kawali pada 1643-1718 M, keturunan sultan Cirebon yang memeluk agama Islam. Sebagai pusat pemerintahan raja-raja, yang bertahta di Kawali adalah Prabu Aji Gunawisesa (Sang Lumahing Kiding), Prabu Raga Mulya (Aki Kolot / Sang Mokteng Taman), Prabu Linggabuana (yang gugur di Bubat) atau dikenal dengan nama Prabu Wangi, Rahiyang Niskala Wastu Kancana (yang meninggalkan beberapa prasasti di Astana Gede), dan Dewa Niskala. Luas lokasi Astana Gede 5 hektar, dengan dikelilingi rimbunan pohon sehingga memberi kesan sejuk. Berada di kaki Gunung Sawal, di sebelah selatan terdapat Sungai Cibulan yang mengalir dari barat ke timur. Di sebelah timur terdapat Sungai Cimuntur yang mengalir dari utara ke selatan. Sebelayh utara terdapat Sungai Cikadongdong, dan di sebelah barat terdapat Sungai Cigarunggang