Nyiar Lumar merupakan event seni budaya yang dirancang
sendiri oleh sejumlah seniman Ciamis, berawal 1998. Mengambil tempat di situs
Astana Gede Kawali Ciamis, event dua tahunan ini menjadi peristiwa menarik
dalam konteks pertemuan dan peleburan seniman, pe-ristiwa seni, dan masyarakat.
Sejak pelaksanaannya yang pertama, sejumlah seniman dari berbagai kota di
Indonesia pernah tampil. Jangan sebut lagi para seniman tradisi, seperti Bi
Raspi dan Ronggeng Gunung.
Rangkaian acara Nyiar Lumar selalu berawal dari Kantor
Kecamatan Kawali, sebelum para ratusan, bahkan mungkin ribuan peserta yang
terdiri atas seniman dan masyarakat berjalan bersama menuju Astana Gede Kawali
dengan menggunakan obor. Di situ, hingga larut malam dan pagi hari
berlangsunglah berbagai pertunjukan, mulai dari tari, pembacaan puisi, teater,
dan berbagai bentuk ekspresi seni lainnya.
Nyiar Lumar secara harfiah berarti "mencari cendawan yang ber-cahaya". Event yang bisa dibaca sebagai sebuah festival ini bisa pula dimaknai sebagai "ritus" kolektif yang tak hanya menjadi peristiwa seni, melainkan juga menjadi peristiwa sosial yang melibatkan langsung masyarakat sekitarnya. Bukan hanya interaksi mereka dengan peristiwa seni, melainkan interaksi di antara mereka dalam bentuk berbagai aktivitas ekonomi.