Seni Singa Lugay didirikan
di Sukadana Kabupaten Ciamis oleh Uned Junaedi Wiriasasmita pada tahun 1965,
dengan menghimpun para pemuda Sukadana penggotongnya. Seni Singa Lugay
berkembang pada tahun 1970 s/d akhir 1990 an. Kehadiran seni gotong
singa/sisingaan ke Sukadana berawal ketika Uned Junaedi Wiriasasmita membawa
dua buah kepala sisingaan dari Subang, ia berencana membuat sisingaan untuk
pesta khitanan keponakannya, hingga kemudian Uned Junaedi Wiriasasmita menamai
kelompok seninya bernama Singa Lugay, yang diartikan Singa yang lugay (pindah)
dari Subang ke Salakaria (Sukadana sekarang). Seiring perkembangan seni modern,
Singa Lugay sempat mengalami kefakuman pada era tahun 2000 an.
Pada tahun 2015 dibawah pimpinan Dikdik Rustandi, Singa
Lugay berinovasi dengan memainkan perempuan sebagai penggotongya, dengan
menyimbolkan sebagai bentuk emansipasi dalam berkesenian dan menunjukkan bahwa
seni tradisi bisa dimainkan oleh semua kalangan. Berawal dari acara peringatan
HUT RI ke 70, pada tanggal 17 Agustus 2015 Singa Lugay versi baru yang diusung
oleh perempuan pertama kali ditampilkan, yang kemudian mendapatkan respon baik
dari masyarakat. Hingga selanjutnya Singa Lugay seperti terlahir kembali dengan
tampil dalam beberapa acara khitanan, pernikahan dan kegiatan ceremonial
lainnya.
Setelah berinovasi, Singa Lugay sempat beberapa kali tampil
dalam beberapa acara penting diantaranya:
1.
HUT Kabupaten Kuningan tahun 2015
2.
Pembukaan Porpemda Sukabumi tahun 2015
3.
HUT Kabupaten Cilacap Jawa Tengah tahun 2016
4.
Pawai Taaruf MTQ Tingkat Jawa Barat di Tasikmalaya tahun 2016
5.
Pengisi Acara di Anjungan Jawa Barat, Taman Mini Indonesia
Indah, Jakarta 2016
6.
Pengukuhan Calon Paskibra Kab Ciamis 2016
7.
Pengenalan Destinasi Wisata Kab Ciamis 2016
8.
Pengukuhan Calon Paskibra Kab Ciamis 2018
9.
HUT Kota Banjar tahun 2019
10. HUT Kota Banjar 2020
Seni Singa Lugay dapat dikatakan menjadi salah satu seni
ciri khas Kecamatan Sukadana, karena Singa Lugay lahir, berkembang, dan
berinovasi di Sukadana Kabupaten Ciamis.
Para pengurus Lingkung Seni Singa
Lugay selanjutnya mulai melebarkan sayap dalam pentas seni, sehingga tidak
hanya menampilkan gotong singa, tetapi juga beberapa kesaenian lainnya seperti
kacapi suling, degung, serta upacara adat, hingga terkadang Lingkung Seni Singa
Lugay justru mengkolaborasikan gotong singa dengan upacara adat dan kesenian
lainnya.