Situs Patapan disebut juga tempat Keramat Patapan. Lokasinya berada di daerah Bojong Lengo sekitar 300 meter ke arah barat daya dari Kantor Desa Ciparigi. Lokasi situs juga hanya berada sekitar 100 meter dari sungai Cimuntur. Makam tersebut adalah makam seorang tokoh bernama Dipakusumah. 5 meter di sebelah tenggara makam Dipakusumah terdapat jirat batu tersusun persegi yang dipercaya sebagai petilasan Prabu Siliwangi. Kurang lebih 3 meter arah barat laut dari makam Dipakusumah terdapat pula jirat batu persegi yang dipercaya sebagai tempat penyimpanan harta. Dan di dekatnya terdapat petilasan Prabu Siliwangi.
Menurut penuturan Kuncen Patapan, cerita
masyarakat sekitar dan catatan tentang sejarah Desa Parigi yang ditulis tahun
1979 menerangkan bahwa, Dipakusumah ialah salah seorang senapati Kabupaten
Ciancang yang mengungsi waktu peperangan Ciancang( desa Utama sekarang yang
tepatnya daerah Cibeureum-Utama) yang waktu itu diserang balad tentara kerajaan
Mataram. Dalem Dipakusumah mengasingkan diri dan bertapa di daerah Bojong Lengo
hingga wafat dan dimakamkan di tempat itu. Kata patapan sendiri diartikan
sebagai pa-tapa-an, yang artinya
tempat bertapa.