Situs ini terletak di Dusun Sembungjaya RT 001 RW 004 Desa Mekarmukti Kecamatan Cisaga, tepatnya di koordinat -7.354128, 108.502765 posisi makam berada di bawah rimbunan pohon bambu, dengan orientasi utara-selatan struktur makam berbentuk berundak, pada undakan 1 dan 2 terdiri atas batuan sungai berukuran sedang, sedangkan pada undakan ketiga dan keempat (puncak/jirat makam) terdiri atas tumbukan bata merah. Tinggi undakan total sekitar 2,5 meter dengan nisan di Troloyo berukuran cukup besar. Berdasarkan keterangan kuncen, bapak Mian, Singaperbangsa III adalah Bupati Galuh Kertabumi Ke V, dengan nama kecil nya yaitu Apun Pagergunung.
Menurut Dadan Yulius Muharam dan Aip S. dijelaskan sejarah tentang Singaperbangsa III. Berikut silsilah Apun Pagergunung :
Prabu Geusan Ulun
Pangeran Rangga Permana/Prabu Di Muntur
Sang Raja Cita/Adipati Kertabumi I
Apun Wiraperbangsa/Dalem Kanduruan Singaperbangsa I/Adipati Kertabumi Ii
Apun Tambakbaya/Dalem Kanduruan Singaperbangsa II
Apun Pagergunung/Dalem Kanduruan Singaperbangsa III
Setelah Singaperbangsa kembali dari Karawang yang waktu itu sebagai umbul atau Wadana, kemudian beliau diangkat menjadi Bupati Kertabumi yang kelima di Pataruman. Atas saran keluarganya setelah memerintah dua tahunan di Pataruman beliau memindahkan pusat pemerintahan ke Bojonglopang, dengan maksud mendekati kembali daerah leluhurnya. Bojonglopang terletak antara Kepel, Salakaria dan Kertabumi. Sejak beliau inilah ada istilah Bupati Bojonglopang. Mataram masih dipegang oleh Sultan Agung hingga tahun 1645, sedangkan di Batavia saat Pagergunung naik, gubernur jendralnya adalah Van Diemen, di Sukapura masih duduk Ki Wirawangsa, sebagai bupati pertamanya. Di Imbanagara, Yogaswara yang mendapat penghargaan dari Mataram dengan gelar Raden Adipati Aria Panji Jayanegara masih menjabat sejak 1636 M. Walaupun Pagergunung beristri Nyai Ajeng Asri Nagara, puteri dari Dalem Jagapati Jangbaya, dua orang saudara kandung Asrinagara adalah R.Tumenggung Wirajangpati I, Bupati Pertama Nagri Ciamis, di Cibatu (di Pereng Desa Benteng dan Linggasari, Ciamis), dan satu lagi Dalem Wirasuta Baya atau Demang Sutabaya, Bupati Pertama Ciancang atau Utama, disebut pula Adipati Ciancang.Oleh karena itu antara Nagari Ciamis/Cibatu, Ciancang/Utama, dan Bojonglopang sangat dekat kaitan darahnya pada saat ini, khususnya Ciancang dengan Bojonglopang karena letaknya berjarak 15 km. Pagergunung memerintah dari tahun 1641 hingga tahun 1668, putra pertamanya dipersiapkan untuk menjadi penggantinya di Bojonglopang, sedangkan putera keduanya diangkat bupati di Ciancang, Wirasuta sebagai anak kedua lebih dulu menjadi Bupati Bojonglopang, karena Candramerta masih di Karawang, lalu setelah setahun kemudian, Candramerta menggantikannya dan Wirasuta menjadi Bupati Ciancang. Pagergunung wafat dimakamkan di keramat Bojong Lopang, KedungAmpel, Desa Mekarmukti, Cisaga, dekat sungai Citanduy.
Sebagai bentuk ngamumule masyarakat selalu rutin mengadakan upacara adat Ngikis atau mengganti pagar dan kain batu nisan makam di situs tersebut. Setiap masyarakat berkumpul di situs dan melaksanakan bersih-bersih makam, tawasul, penggantian pagar dan penggantian kain putih penutup batu nisan lalu makan Bersama di luar area situs.