Seperti yang sudah dijelaskan diatas kalau Makam Dua merupakan istilah untuk dua komplek makam yang bersebrangan, setelah membahas tentang Makam Gede sekarang akan dibahas tentang makam leutik (makam kecil). Maksud dari makam leutik ialah karena yang dimakamkan disana hanya dua orang dan tidak dijadikan TPU sehingga terlihat lebih kecil dibanding Makam Gede.
Situs tersebut tepat berada di seberang situs Makam Gede, hanya beberapa meter dari Jalan Ciilat-Gardu. Saat Tim Penelusur mengunjungi situs tersebut kondisinya tergenangi air hujan, jadi agak susah untuk menganalisa struktur makam. Situs tertutupi pepohonan rimbun hingga tak terlihat dari luar. Didalamnya terdapat dua makam dengan jirat tidak beraturan, tersusun dari batu yang berukuran besar dan ada beberapa batu berbentuk persegi panjang. Semua nisan terdiri dari batuan besar dengan bentuk menyerupai lingga. Makam berorientasi utara-selatan.
Di situs tersebut dimakamkan dua orang tokoh yang
dikeramatkan, yaitu Raden Jayapurnama dan Kyai Syarifudin. Menurut cerita
masyarakat Kyai Syarifudin adalah ulama yang berasal dari Cirebon, ia
mendirikan pesantren di sekitar Sawah Luhur, Cikaso dan memiliki banyak murid
salah satunya ialah Raden Jaya Purnama, lalu Raden Jaya Purnama menjadi Kuwu pertama Cikaso. Seperti Kyai Syarifudin,
Raden Jaya Purnama juga berasal dari Cirebon