Eyang Kyai Syeikh Sayyid Abdullah terletak di Dusun Sukajaya, rt 17 rw 08 Desa Tanjung Jaya Kecamatan Cisaga Kabupaten Ciamis, dengan titik koordinat -7.306383, 108.500722. Struktur situs berupa makam dengan jirat terdiri atas susunan batuan berukuran besar yang ditumpuk setinggi 30 cm dan ditengahnya terdapat dua batu nisan dengan batu yang berukuran lebih besar. Lingkungan makam di benteng dengan tembok dan kondisi makam tersebut terawat.
Berdasarkan informasi dari Kuncen Abah Karso, Petilasan Kyai Sayyid Abdullah berasal dari Panjalu, dia mendapat perintah untuk ziarah ke Mekah dan diperintahkan untuk membawa Canting bolong, singkat cerita dia berangkat ke Mekah untuk ziarah dan menimba ilmu, dan diperintahkan pula untuk menemui seseorang bernama Sayyidina Ali. Sesampainya di Mekah ia bertemu sesepuh yang membawa sebuah tongkat (itek), lalu dia bertanya kepada sesepuh tersebut tentang siapa Sayyidina Ali, tapi sesepuh itu tidak menjawab apapun, tidak berbicara sepatah kata pun ia lalu menyimpan/menancapkan itek tadi ke tanah, ketika akan dicabut oleh Syekh Sayyid Abdullah, karena dia gagah dan sakti mandraguna lalu dia memakai “ilmunya” untuk menyambut itek tersebut, tapi usaha tersebut sia-sia. Iteuk itu tidak terangkat juga.
Syekh Sayyid tidak menyerah, ia terus mencoba lagi dan lagi tapi tetap tidak bisa terangkat, lalu sesepuh itu berbalik ke belakang lagi dengan dan mencabut itek-nya dengan mudah, barulah sadar bahwa sesepuh itu adalah Sayyidina Ali, lalu selanjutnya dia menuntut ilmu di pesantren dan mendapat 12 falsafah, yaitu :
Jangan sirik
Jangan Pidik,
Jangan Jail,
Jangan kanaiyaya,
Jangan pasek,
Jangan munafek,
Jangan ngarah,
Jangan ngarinah,
Jangan Jinah,
Jangan babadog,
Jangan rarampog,
mabok yang harus di jauhi,
Sesudah selesai dari pesantren, dia ingin minta air namun ia bingung, karena canting yang dibawa itu bolong, air yang akan dibawa adalah air zamzam. Setelah berkali-kali percobaan akhirnya ia berhasil membawa air zamzam tersebut, singkat cerita dia pulang dengan membawa air zamzam dengan canting bolong, pulangnya tidak langsung ke Panjalu, namun ia mampir di suatu tempat yang kini dikenal dengan Patilasan Eyang Kyai Sayyid Abdullah bojong kalimah pamarekan opat.