Perjalanan
sejarah kedua tokoh yang ada di pasir tangkil dan pohon lame sama hanya
perbedaan waktu menempuh perjalan ke demak. Konon katanya ki buyut Jamaluddin
itu perjalanan nya melalui darat sedangkan ki bagus rasa perjalanannya menembus
bumi. Kiyai bagus rasa dan suriani jaya mendirikan banguna bangsal atau aula,
aula tersebut di pergunakan untuk musyawarah bersama paratokoh yang ada di
bangbayang kidul. Aula tesebut terletak dibawah pohon lame yang tinggi
menjulang diperkirakan 50 meter. Pada suatu hari ki bagus rasa bernadzar untuk
menunaikan ibadah haji, beiau berdoa dan bermunajat kepada alloh agar
senantiasa di beri perlindungan dan keselamatan untuk pejalanan ke tanah
suci.beliau berpesan kepada murid muridnya bahwa beliau pergi ke tanah suci
dengan cara menembus bumi beliau berpesan lagi “Ketika saya pergi, (sambil
memberikan benang kepada muridnya) lihat lah benang ini kalua benang ini tidak
putus artinya saya sampai ke tanah suci dan kalau benang ini putus artinya saya tidak selamat”. Tibalah waktunya
beliau pergi dan setelah beliau pergi tenyata benang nya putus yang menandakan
beliau gagal sampai ke tanah suci. Menurut cerita beliau baru sampai di daerah
mataram, perjalanan beliau yang gagal ini menyisakan kesedihan yang mendalam
bagi murid muridnya. Tempat beliau menembus bumi awalnya di biarkan mengangga,
tapi kemudian ditutup dengan batu batu dan di ebntuk menyerupai makam.
Peristiwa menghilangnya kiayi bagus rasa itu disebut silem oleh murid muridnya dan sekarang
daerah itu disebut salem (menghilang).