Pada jaman dahulu di Situ Hiang ada seekor badak yang tempat minumnya berada di Citanjung dan konon katanya seekor badak tersebut sering membuat warga ketakutan karena ulahnya dan pada jaman dahulu orang-orang di daerah tersebut belum banyak jumlahnya. Setiap orang yang
lewat sering di serang oleh badak sampai cerita orang yang diserang badak itu terdengar oleh
Bapak Kuwu pada saat itu, dengan sigap Bapak Kuwu mengadakan rapat untuk mengusir
badak
tersebut.
Mereka bersepakat untuk mengusir badak tersebut dengan
di pimpin langsung oleh
Bapak
Kuwu
yang bersenjatakan golok
dan tombak
dengan
menunggangi kuda. Numun pada saat penyerangan untuk mengusir badak Bapak
Kuwu terpelanting dari kudanya hingga terserang dan terseruduk
oleh
badak sampai akhirnya Bapak Kuwu meninggal dunia dan di makamkan di Cinangka,
dan
dari
peristiwa itulah
beliau disebut Bapak Kuwu Badak.