Situs Panghayaman Landeuh berjarak sekitar
360 m di sebelah utara Kantor Desa Sukadana, dan berada sekitar 300 m sebelah
barat Sungai Cisadap. Dengan koordinat 07°15.550'
LS; 108°25.931 BT, serta ketinggian 202 mdpl dan
alamatnya sama dengan panghayaman tonggoh.
Situs Panghayaman Landeuh terdiri dari
6 buah jirat makam yang semuanya berorientasi utara selatan. Dua buah jirat
berada paling utara dengan masing-masing ukuran 3 x 2,5 m, yang diduga adalah
makam Dalem Panghayaman sebelah barat dan istrinya sebelah timur. Sedangkan 2
jirat di tengah dan 2 jirat sebelah selatan adalah pengikutnya. Ada pula satu
jirat di luar pagar dikenal pula sebagai pengikutnya.
Menurut kuncen, Bapak Endo, komplek pemakamam
ini merupakan tempat beberapa tokoh masyarakat dikuburkan, tokoh tersebut
adalah Dalem Panghayaman beserta pengikutnya yaitu, Eyang Raksa, Eyang Jaksa,
Eyang Malangkarsa, Eyang Kendit, dan Eyang Luar Pager.
Menurut cerita turun temurun masyarakat
sekitar situs bahwa area sekitar situs panghayaman tersebut konon pernah
menjadi arena ngadu hayam (Sabung Ayam), bahkan Ciung Wanara atau Sang
Manarah raja Kerajaan Galuh (739-783) kabarnya pernah ikut ngadu hayam.
Hal ini diperkuat juga terdapatnya lingga pipih berbentuk mirip kepala ayam
berukuran tinggi 15 cm, panjang 10 cm dan lebar 5 cm. yang konon itu sebagai
penanda bekas arena ngadu hayam Ciung Wanara. Posisi lingga berada
sekitar 8 meter ke sebelah barat dari areal makam.
Adapun dari nama-nama para pengikutnya yang
juga dimakamkan di area ini, seperti menunjukkan sudah adanya sistem organisasi
kemasyarakatan, misalnya Eyang Raksa bertugas menjaga kelestarian lingkungan,
Eyang Jaksa bertugas dalam bidang hukum, demikian juga Eyang Malangkarsa dan
Eyang Kendit tentu memiliki tugas tertentu, dan Eyang Luar Pager menurut
keterangan bertugas menjaga keamanan.
Di situs ini sering diadakan acara mupunjung
tiap bulan ruwah dan merlawu di tiap bulan Maulud oleh warga
sekitar dengan kompak. Dengan rangkaian acara bersih-bersih makam keramat dan
makam keluarga, lalu tawasulan lalu makan Bersama di sekitar komplek situs.