Menurut pemaparan dari
narasumber (H. Ujer) menerangkan bahwa Mangkunagara adalah seorang tokoh yang
sangat berpengaruh dan berjasa di daerah Lengkong. Beliau bukan seorang tokoh
penyebar agama islam atau pemuka agama islam di daerah tersebut, namun beliau
merupakan tokoh pemangku adat daerah dan ahli dalam pemerintahan. Beliau ahli
dalam membangun daerah tersebut dalam bidang perekonomian masyarakatnya,
pertanian masyarakatnya dan pembangunan daerahnya. Maka diangkatlah beliau
sebagai Pemangku Adat yang sangat dipercaya didaerah tersebut. Beliau bukanlah orang biasa, melainkan
seorang pendekar yang mempunyai kesaktian dan kecerdasan. Berkah keahliannya
beliau dapat membangun sebuah bendungan dan saluran air (selokan) bagi
masyarakat sekitarnya sebagai sumber kemakmuran untuk mengairi persawahan,
perkebunan dan kolam. Maka dari itu jasa beliau bagi masyarakat sekitar
sangatlah besar. Konon diceritakan beliau pernah bertengkar dengan orang yang
berasal dari daerah Buniseuri karena membendung saluran air di daerah Cimanggu
untuk menutup aliran air ke daerah Buniseuri dengan cara mengangkat Pohon Randu
(Kapuk) untuk menutupi saluran air yang menuju daerah Buniseuri.