Situs ini terletak di blok Sanghyang Dusun
Cibulakan Desa Sirnabaya Kecamatan Rajadesa hanya beberapa ratus meter dari
situs Samida. Situs Sanghyang ada ditengah hutan dengan pepohonan yang
berukuran besar. Struktur situs berupa makam dengan jirat dari batuan besa, ada
5 buah makam di situs ini, orientasi makam utara-selatan dengan 3 makam
bernisan tipe troloyo dan dua makam bernisan batu alam.
Dalam situs ini terdapat makam-makam tokoh
Rajadesa diantaranya Adipati Wiradesa, Adipati Wiramantri, Aki Dukun / Liman
Jayasakti, Buyut Beunteur, Bah Durak. Sejarah mengenai Wiramantri dan Wiraesa
tercantum jelas dalam buku sejarah Rajadesa karya H.M. Suryana
Wiradireja.rahong
Diceritakan bahwa Ia
adalah anak kedua Adipati Wiradesa Bupati Rajadesa. setelah Adipati Wiradesa
meninggal tampuk pemerintahan dilanjutkan oleh kakaknya Adipati Rahong yaitu
Adipati Wiramantri, karena hal tersebut terjadi perselisihan antar saudara
dimana Adipati Rahong sangat menginginkan kedudukan bupati di Rajadesa, namun
Adipati Wiramantri tidak bisa menyerahkannya karena itu merupakan amanat dari
Ayahnya. Kemudian Adipati Rahong menyusun rencana untuk melakukan kudeta dengan
mengumpulkan pasukan yang berasal dari rakyat yang mengabdi padanya. Setelah
melalui peperangan hasilnya pun dimenangkan oleh Adipati Wiramantri.