Galuh Virtual
The Window of Galuh Heritage
Situs Pasir Pantun, Desa Ciparigi
Situs Pasir Pantun (Eyang Wijayakusumah)

Menurut cerita, dulu di daerah Cikuray (Cariu sekarang) terdapat banyak rusa/kijang, dan Prabu Sirnaraja seringkali datang ke Cikuray dengan tujuan untuk berburu kijang. Jika berhasil mendapatkan kijang mereka biasa memasaknya bersama-sama, mereka biasa memasak daging kijang dalam kancah (kuali besar). Selain berburu prabu Sirnaraja biasa disajikan pertunjukan kesenian oleh masyarakat setempat, diantaranya adalah pantun. Sebelum kedatangan Prabu Sirnaraja dan rombongannya, warga setempat sudah biasa mempersiapkan segala kebutuhan sang raja, termasuk jamuan makanan hingga kesenian carita pantun. Salah satu dalang carita pantun di Cikuray adalah Wijaya Kusumah, yang oleh masyarakat lebih dikenal dengan panggilan Aki Pantun, dan istrinya dikenal dengan sebutan Nini Pantun.

Setiap kali datang, pesanggrahan yang biasa dipersiapkan untuk Prabu Sirnaraja beserta rombongan adalah sebuah bukit yang dikenal dengan sebutan Pasir Pantun.Bukit ini disebut Pasir Pantun karena di tempat inilah biasanya hiburan seni Carita Pantun di tampilkan. Di tempat inilah Prabu Sirnaraja dan rombongannya menginap sekaligus menikmati alunan pantun yang dilakukan olek Aki Pantun.(Suryaman:1994).

Suatu peristiwa mengharukan lalu terjadi ketika masyarakat mengadakan hiburan berupa Pantun di Pasir Pantun dengan dalangnya Wijaya Kusumah atau Aki Pantun. Ketika pertengahan lakon, tiba-tiba terjadi hujan deras yang disertai angin kencang dan petir. Panggung kemudian roboh dan bahkan akibat peristiwa tersebut banyak masyarakat yang meninggal, termasuk Aki Pantun dan Nini Pantun.

Pada saat itu Prabu Sirnaraja sedang berada di gunung. Setelah mengetahui terjadinya peristiwa tersebut kemudian prabu Sirnaraja datang ke Pasir Pantun, dan melihat sudah banyak korban. Sejak saat itu warga Cariu tidak diperbolehkan mengadakan hiburan berupa cerita babad, seperti pantun dan juga wayang.

Video Situs Budaya Situs Pasir Pantun

Galeri Gambar

Batu Pantun / Batu Kacapi
Makam Eyang Wijayakusumah