Di sekitar Panghayaman Landeuh dan tonggoh pula, tepatnya disebelah barat kompleks tabet makam Panghayaman Landeuh terdapat pula tempat yang dikeramatkan, tempat ini di sebut Leuweung Kolot, menurut mitos di masyarakat, di tempat ini diyakini adalah bekas tempat pertapaan seorang yang dianggap sakti yang bernama Ki Ragatapa, yang konon di tempat ini Ki Ragatapa tilem/ngahiyang (menghilang saat bertapa).
Dari hasil
pengamatan tim penyusun, di Leuweung Kolot ini terdapat tiga buah batu, dua di antaranya berdampingan
dan sebuah batu lagi berada di sudut rumpun bambu. Menurut masyarakat, batu ini berdampingan dengan sebuah batu lagi namun batu yang satunya
tersebut tertutup oleh akar bambu. Tempat tersebut diduga makam kuno, tetapi kalua makam
seharusnya membujur utara selatan, sedangkan kalua kedua makam tersebut
membujur dari barat ke timur.