Batu Rajang Kantil berlokasi di Dusun Tonjong RT 36 Desa Sukamanah
Kecamatan Sindangkasih. Dengan titik koordinat 7'15'53"S, 108.14'06"E.
Diceritakan waktu Ciung wanara sering jail dengan dengan membendung air
di parakan tisuk untuk menagkap ikan, sehingga sungai cigayam,
baranangsiang pun di Dusun Tonjong Parakan Tisuk merupakan jalur aliran air
yang terbagi tiga. Legenda memarak ikan Ciungwanara masih terjaga dan
lestari di Dusun Tonjong Desa Sukamanah. Di sebelah timur aliran sungai
Baranagsiang ada Batu Ranjang Katil, Batu Kursi yang alami terpahat seperti
bekas pahatan sederhana dari alat-alat logam namun anehnya posisinya ada
di aliran sungai. Temuan batu dolmen, batu papan, dan batu jojodog yang
misteri dan masih banyak benda cagar budaya yang belum tercatat dan
terdata lebih-lebih karena ketidaktahuan masyarakat akan obyek diduga
Benda Cagar Budaya. Jelas pula ada batu-batu murni batu kali yang seperti di
beri pola di dusun Tonjong seperti lambang peribadatan di situs peninggalan
Budaya Karangkamulyan. Jelas hubungan legenda Ciungwanara dengan
tempat ini dan perlu dikaji lagi ada pula batu yang dikeramatkan masyarakat
dusun Tonjong.
Setelah dewasa langsung menyiapkan balatentara dengan dibantu
oleh panglima Giridawang untuk menghadang serangan pasukan Prabu
Bondan Sarati serta langsung mengadakan serangan balik disamping untuk
merebut kekuasaan kerajaan guna mengembalikan kewibawaan dan
kejayaan kerajaan Galuh yang sudah rusak oleh Prabu Bondan Sarati.