Jangraga
Anom adalah panggilan dari Pangeran Angka Wijaya yang merupakan Putra dari
Pangeran Pasarean Muhammad Ta’jul Arifin yang merupakan keturan dari Kesultanan
Cirebon yang menikah dengan Ratu Nyawa yang berasal dari Kerajaan Demak. Maka
secara silsilah Pangeran Angka Wijaya merupakan cucu dari Sunan Gunung Jati
yang merupakan leluhur penyebaran Agama Islam di Cirebon. Pangeran Angka Wijaya
sejak kecil telah didik dengan didikan Syariat Agama Islam yang sangat kuat
oleh Ayahandanya sendiri. Namun, ayahandanya meninggal dunia diusia yang muda,
hingga selepas kepergian ayahnya beliau digurui langsung oleh kakeknya yaitu
Sunan Gunung Jati.Ilmu Agama yang diajarkan pun bukan hanya sekedar mengenai
Al-Qur’an namun juga mengenai Tasawuf dan ketatanegaraan. Dan setelah kakeknya
wafat, beliau melanjutkan menimba ilmu kepada Sunan Kali Jaga untuk mendapatkan
tambahan ilmu Seni Bela Diri.
Pangeran Angka Wijaya juga dikenal sebagai sosok
penyebar Syariat Agama Islam yang penuh dengan kharismatik dan mempunyai ciri
khas yang menonjol dengan lebih mengenalkan seni dalam dakwahnya yang tak lain
telah lebih dahulu dikenalkan oleh para guru-gurunya yaitu Sunan Gunung Jati
dan Sunan Kali Jaga. Oleh karenanya, beliau dikenal sebagai seorang seniman
yang berpengaruh pada saat itu terbukti dengan karya-karyanya yang terkenal
sampai saat ini adalah Kesenian Tari Topeng Losari, Kereta Singa Barong dan
Kereta Paksi Naga Liman serta Corak Batik Mega Mendung