Batu ini terletak di sebuah aliran susukan kecil tepat
sebelah utara pohon–pohon lame, karena bentuknya unik berbentuk segi empat agak
simetris terdapat tonjolan di atasnya, sehingga persis sebuah goong. Konon
katanya menurut penduduk yang tinggal didekat batu itu, dahulu setiap malam
jum’at selalu terdengar bebunyian yang khas layaknya pagelaran wayang golek,
sehingga orang yang menganggap bahwa batu itu dihuni oleh mahluk gaib, wallohu
a’lam.