Situs
Ciluncat berada di Dusun Ciparay desa Ciparigi. jaraknya sekitar 2,5 Km dari
kantor desa Ciparigi, berada di sebuah bukit kecil yang bernama Pasir Ciluncat.
Terdapat makam di puncak situs dengan jirat dari semen (hasil renovasi
tambahan) ukuran 3x1,5 m bernisan 2 buah batu alam. Makam ini adalah makam seorang
tokoh bernama Tanjung Krawang adapula yang berpendapat nama aslinya ialah Kyai
Mugalamatan. Pada undakan kedua disebelah selatan makam Tanjung Krawang
terdapat makam 2 orang istrinya. Masing-masing makam berukuran 2 x 1 m. pada
undakan ketiga terdapat 2 buah jirat berukuran 1,5 x 1 m bernisan rata dengan
jirat. Jirat sebelah barat dipercaya sebagai makam seorang bernama Bagus
Sutawijaya, dan yang sebelah timur dipercaya sebagai tempat ritual agar
berhasil dalam beternak. Jirat ini disebut Jiad Panghayaman. Semua makam
berorientasi utara-selatan.
Sebelum masuk ke komplek situs, di pesawahan Ciluncat Terdapat batu yang ditengahnya terdapat cekungan (lengkom) yang sangat dalam dan tergenangi air, batu tersebut berukuran sekitar tinggi 1,5 meter dan panjang 2 meter. Beberapa peziarah sering mengambil air dari sana untuk dibawa pulang. Lalu saat pertama masuk ke area situs berlawanan arah dengan Kyai Tanjung Krawang, terdapat sebuah batu dengan panjang sekitar 2 meter, yang dikelilingi oleh pohon waregu, saking lebatnya hingga tak terlihat ada batu disana. Batu tersebut konon dulunya sering dipakai untuk shalat, oleh Kyai Tanjung Krawang, sangat mungkin karena setelah diamati bentuk batu tersebut sangat rata, dan menghadap ke kiblat
Tokoh utama diantara
ke empat orang yang dimakamkan disini adalah Tanjung Krawang, ia berasal dari
Cirebon yang datang ke daerah Ciparay dengan tujuan melarikan diri dari
peperangan. Konon ia datang dengan cara luncat
(meloncat) dari Cirebon ke Ciparay, ketika sedang meloncat ia terkena panah
musuhnya hingga jatuh di sebuah bukit di Ciparay. Versi lain mengatakan bahwa
Tanjung Krawang datang dengan tujuan menyebarkan Agama Islam, kesamaan kedua
versi ini adalah cara Tanjung Krawang datang dari Cirebon ke Ciparay yaitu
dengan cara luncat. Karena hal itulah
kemudian tempat ini diberi nama Ciluncat.