Lokasi Situs Eyang Nayantaka terletak di Dusun Cibuluh, Rt 14/Rw 07 Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Cisaga. Dengan titik koordinat -7.323297, 108.473172, terletak dalam sebuah hutan yang dikelilingi oleh pohon bambu. Ada beberapa struktur di situs ini namun yang paling utama adalah makam Eyang Nayantaka. Struktur makam ini berupa jirat dengan 2 lapisan susunan batu, dan dua buah batu nisan di tengahnya, orientasi makam utara selatan. Di bagian selatan situs terdapat saung yang dipergunakan untuk beristirahat setelah bersih bersih atau saat tawasulan.
Menurut keterangan Bapak Sanju selaku kuncen situs, bahwa di Cibuluh ada seorang jajaka dari Karang Kamulyan yang bernama Eyang Sepuh berasal dari Karang Kamulyan dan dia sanggup mengamankan kerusuhan di daerah mana saja. Sampailah ia di tempat yang bernama Bangkelung, karena pada saat Eyang Sepuh tiba sedang terjadi kerusuhan. Eyang Sepuh dapat menghentikan kerusuhan tersebut sampai tempat itu aman kembali. Eyang Sepuh sempat tinggal di sana hingga mempunyai istri dan keturunan.
Kemudian ia melanjutkan perjalanan ke Bantarsari dan disana pun ia mempunya istri dan keturunan. Lalu dia pergi lagi ke daerah Burung Di daerah Sukajaya, dari hasil pernikahan setiap berkelana itu punya istri dan keturunan adapun yang tercatat ada 7 keturunan yaitu :
Eyang Mangunan yang berada di Bangkelung
Eyang Nangganan di Bantarsari
Kerta Duka di Burung Diuk
Nayantaka di Cibuluh
Pustaka yang di Cibelah
Yuda Manggala yang di Banjaranyar
Yuda Santana di Timbang Windu
Itu semua adalah keturunan dari Eyang Sepuh yang berasal dari Karang Kamulyan. Sedangkan yang dimakamkan di daerah Cibuluh yaitu adalah Eyang Nayantaka.