Kawasan situs Joglo terletak di
Dusun Karang Jetak Rt 21
Rw 10 Desa Cparay Kecamatan Cidolog Kabupaten Ciamis. Situs Joglo merupakan
sebuah area yang memiliki keunikan yang khas apabila dibandingkan dengan
kawasan lainnya, hal ini dikarenakan memiliki tradisi dan budaya yang melekat
turun temutun yang berlaku di kawasan tersebut. Salah satu tradisi tahunan yang
ada di Situs Joglo diantaranya Tradisi Galatak, Tradisi Ngikis dan Tradisi
Ngubah Pusaka, kegiatan ini rutin dilakukan masyarakat yang ada di lingkungan
Situs Joglo sebagai penghormatan kepada leluhur atau tokoh penyebar agama islam
di kawasan ini yaitu Kiyai Mangun Tapa Wijaya Kusuma / Kiyai Gedeng Tapa.
Situs Joglo memilki luas 5,5 hektar
yang merupakan sebagian besarnya adalah hutan heterogen terdiri dari flora dan
fauna yang dikelola secara adat oleh Kelompok Pemerhati Budaya Situs Joglo.
Kelompok ini bertanggung jawab untuk menjaga dan melestarikan kawasan Situs
Joglo yang dilakukan secara sukarela dan gotongroyong. Adapun budaya dan
tradisi Situs Joglo tidak terlepas dari tokoh yang berpengaruh yaitu Ki Gedeng
Tapa atau Kiyai Mangun Tapa Wijaya Kusuma. Kiyai Mangun Tapa Wijaya Kusuma
memiliki beberapa nama diantaranya Ki Gedeng Tapa atau adapula yang mengenalnya
dengan nama Ki Gedeng Jumajan Jati. Tetapi masyarakat sekitar situs lebih
mengenal sosok beliau dengan nama Kiyai Mangun Tapa.
Kiyai Mangun Tapa Wijaya Kusuma
lahir dari seorang ibu yang bernama Nyai Ratna Mayang Sari atau Ratu Banawati
merupakan anak dari Raja Galuh ke 31 yaitu Prabu Bunisora / Prabu Kuda Lalean
yang memerintah kerajaan Galuh pada tahun 1357 -1371 Masehi. Sedangkan ayahnya
bernama Ki Gendeng Kasmaya yang merupakan Pembesar dan penguasa kerajaan
singapora Cirebon yang merupakan bawahan kekuasaan kerajaan pajajaran.