Galuh Virtual
The Window of Galuh Heritage
Situs Madukara, Desa Bunter
Situs Madukara

Makam keramat Madukara terletak di Dusun Cimacan, Desa Bunter, Kecamatan Sukadana. Struktur makam berupa jirat dengan batuan sungai yang berukuran besar. Nisan berupa batu alam tegak tidak beraturan, orientasi makam utara-selatan. Makam berada dibawah pohon besar, jirat berupa tumpukan serta hamparan batu sungai bulat dan pipih. Sekitar 180 cm kearah selatan terdapat makam isterinya bernama Ibu Pandita. Luas areal makam 16 x 15 m dan dikelilingi pagar besi. Selain Kyai Madukara dan Ibu Pandita di situs tersebut terdapat makam para pengikutnya, yaitu Ibu Majaresmi, Ibu Layangkasih, Mbah Sujaya dan Eyang praja Antakusumah. Makam terletak kurang lebih 70 m dari Sungai Cirende.(Prijono.2013).

Diceritakan pada jaman dahulu terjadi suatu peristiwa pembunuhan utusan dagang sultan dari jawa menuju pagebangan bernama Purworejo di daerah Bunter sekarang. Peristiwa tersebut menimbulkan konflik antara pamong wilayah Pagebangan dan Galuh. Pamong dari Pagebangan menuding bahwa Purworedjo dibunuh oleh orang Galuh, karena jasadnya ditemukan di tanah wilayah Galuh, sebaliknya pihak dari Galuh menuding bahwa pelakunya adalah dari Pagebangan. Semakin lama konflik semakin memanas hingga hampir terjadi pertarungan.

        Setelah itu datanglah utusan dari Cirebon yaitu Sultan Wali Rasa dan Pancir Rasa,  sedangkan dari Solo adalah Kyai Madukara. Melihat konflik semakin memanas Kyai Mas Lurah Sangga Putih menantang utusan dari Cirebon dan Solo untuk beradu menyelam, yaitu siapa yang mampu menyelam lebih lama dialah yang menang.

        Pertarungan itu berlangsung di leuwi Cipatahunan, kedua utusan adalah sama-sama orang kuat terpilih dari kerajaanya masing-masing. Lalu Kyai Mas Lurah memberi aba-aba untuk memulai pertarungan, para utusanpun mulai menyelam ke danau Cipatahunan. Setelah 1 hari 1 malam utusan dari Cirebon muncul ke permukaan dan dinyatakan kalah. Sedangkan Kyai Madukara dapat menyelam hingga 7 hari 7 malam sehingga ia pun memenangkan pertarungan tesebut.

        Di situs ini sering diadakan acara mupunjung tiap bulan ruwah dan merlawu di tiap bulan Maulud oleh warga sekitar dengan kompak. Dengan rangkaian acara bersih-bersih makam keramat, lalu tawasulan lalu makan Bersama di sekitar komplek situs.

Video Situs Budaya Situs Madukara

Galeri Gambar