Situs Kyai Megalamatan berada di pemakaman umum Dusun Cibubuhan Desa Mulyasari Kecamatan Jatinagara tepatnya pada koordinat S 7,0913, E 108,25 04.4004. dan ketinggian sekitar 514 mdpl. Posisi situs hanya sekitar 10 meter dari jalan lingkungan Cibubuhan. Orientasi situs utara-selatan dengan struktur berupa jirat yang sudah dibangun dengan keramik. Di bagian utara terdapat tembokan lebih tinggi yang kemungkinan adalah nisan. Ditengah jirat terdapat 3 batu berukuran besar, sekitar jirat juga sudah dikeramik namun beberapanya terlepas. Sekeliling situs dipagari besi namun ada bagian yang sudah copot. Dalam folklore masyarakat Kyai Megalamatan adalah tokoh penyebar islam. Atas jasanya tersebut Namanya diabadikan menjadi nama Bumdes, yaitu Bumdes Megalamatan.
Dalam buku Carita Rakyat Buyut karya Djadja Sukardja lalu dimuat oleh
Pandu Radea dalam buku “Rajadesa dalam
Panggung Sejarah Galuh”. Didalamnya dibahas mengenai tokoh Kyai Megalamatan
yang ada di situs Kyai Megalamatan di Dusun Cibubuhan Desa Mulyasari Kecamatan
Jatinagara.
Kyai Megalamatan berasal dari Galuh, ia sejaman
dengan eksistensi Kedaleman Ciancang (saat itu belum ditaklukan Mataram). Konon
namanya sebelum mendapat gelar Kyai Megalamatan ialah Ki Yuda. Ki Yuda pernah berguru ilmu kanuragan di
Banten sehingga ia dikenal gagah perkasa. Selain ilmu kanuragan Ki Yuda juga
menguasai ilmu agama. Ketika sedang mematangkan ilmunya ia menerima berita
bahwa Kedaleman Ciancang diserbu oleh pasukan Mataram. Mendengar berita
tersebut Ki Yuda segera pulang ke Galuh untuk ikut berperang bersama Kabupaten
Ciancang.