Dusun Sukawangun RT 021 RW 006 Desa Dayeuhluhur Kecamatan Jatinagara Raja Pertama Desa Dayeuhluhur, dibantu oleh Ardibaya. Struktur situs berupa tumpukan batu yang dibentuk seperti makam terdapat batu tegak/lingga dan batu bulat sempurna, yang dibentuk seperti nisan. Orientasi situs utara-selatan, di bagian selatan terdapat banteng tembok dan reruntuhan genteng, lantai tembok yang berfungsi untuk duduk para peziarah. Di sisi lain situs terdapat batuan berukuran besar yang berbentuk mirip pelana kuda. Disekitar situs tumbuh banyak pepohonan dan tumbuhan rambat berukuran besar.
berdasarkan keterangan dari sebuah website yang
bersumber dari Muhidin (Kuncen situs). Diceritakan terdapat dua raja yang terkenal sakti
mandraguna yaitu Panji Boma Raja Dayeuhluhur dan Maharaja Sakti Raja Kawali.
Disuatu saat terjadi sayembara untuk memperebutkan puteri kerajaan Panjalu
yaitu Puteri Anjungsari. Singkat cerita sayembara dimenangkan oleh Maharaja
Sakti dan iapun mempersunting sang Puteri. Panji Boma dengan lapang dada
menerima hasil tersebut dan ia merelakan Putri Anjungsari menjadi milik
Maharaja Sakti. Saat pulang dari Panjalu Maharaja Sakti dan Panji Boma
menceritakan kembali tentang sayembara tadi namun Maharaja Sakti berceritanya
sambil agak mengolok-olok Panji Boma, sehingga membuatnya marah. Karena saking
marahnya mengakibatkan Maharaja Sakti meninggal. Panji Boma sangat menyesal
atas tindakan gegabahnya tersebut, setelah sadar akan kesalahannya iapun
membopong Maharaja Sakti menuju Dayehluhur