Situs
Jayeng atau Jayengpati berada di blok Beurih, Dusun Jayasari Desa Margajaya
Kecamatan Sukadana. Sekitar 20 meter dari Jalan Margasari-Rajadesa Posisi situs
Jayengpati berada di sebuah bukit, merupakan ciri makam orang yang dianggap
penting/ seorang pemimpin. Makam tersebut berorientasi timur-barat dengan jirat
dari batuan yang berukuran besar. Terdapat pula batuan semacam lingga sebanyak
3 buah yang dijadikan bagian tengah makam, nisan terdiri dari batuan pipih
besar menyerupai parang. Di sekitar makam dipagari oleh pohon imba, mahoni dan
soka. Di bagian ujung utara jirat juga tumbuh pohon keras yang berukuran
lumayan besar. Konon situs Jayengpati dulunya merupakan hutan belantara (leuweung gerotan), saking belantaranya
hingga orang tidak berani masuk kedalam hutan tersebut. Disana dulunya tumbuh
pohon lame yang sangat besar saking
besar dan tingginya hingga pohon lame tersebut dapat terlihat dari kecamatan
buniseuri namun sudah ditebang. Semakin kesini masyarakat semakin berani untuk
mengambil kayu dari sana, yang digunakan untuk kepentingan umum seperti
membangun masjid, jembatan termasuk membangun balai desa.
Dalam cerita
masyarakat dan keterangan kuncen situs Jayengpati, tokoh yang dimakamkan
memiliki nama asli Tumenggung Kartanagara Jayapati adapula yang menyebutnya
Jayengpati Kartanegara, ia adalah seorang Dalem/Bupati ke-11 Galuh yang keluar
dari keraton, lalu tinggal hingga meninggal di daerah Jayasari sekarang.